Sumber-sumber Permodalan Untuk UKM

Bagi seorang wiraswastawan sejati, modal tidak hanya berupa uang. Tidak pula cuma berbentuk materi atau fisik. Ada dua jenis modal, yaitu “modal fisik” dan “modal non-fisik”. Modal fisik terdiri dari segala sesuatu yang berbentuk materi atau benda, seperti uang, tanah, bangunan, kendaraan dan lain sebagainya. Modal fisik biasanya mempunyai nilai komersial, artinya bisa diukur dalam nilai uang.

Sebaliknya, modal non-fisik tidak dapat diukur secara materi. Karena modal jenis ini terdiri dari nilai-nilai kualitas pribadi dari si pengusaha bersangkutan, seperti motivasi, pengetahuan, keahlian, tenaga dan juga waktu. Dalam ilmu kewiraswastaan, modal non-fisik dianggap jauh lebih penting dari pada modal fisik. Karena tanpa hal tersebut, mustahil seorang pengusaha dapat mewujudkan keinginannya untuk berhasil dalam usaha. Di lain pihak, bila seseorang yang memiliki modal non-fisik, tapi tidak mempunyai modal fisik, masih besar peluangnya untuk mencapai kesuksesan.

Hanya dengan perjuangan keraslah, setiap orang yang ingin maju bisa berhasil mencapai cita-cita. Orang-orang yang menderita biasanya lebih mudah untuk mengenal arti sesungguhnya dari kehidupan ini, dan dengan pengertian itu mereka menjadi mantap tanpa ragu untuk berjuang.

Maka, sebelum melangkah pada kiat mencari modal fisik, lebih bijaksana kiranya kita meyakinkan diri lebih dahulu, sudahkah kita mempunyai modal non-fisik yang memadai ? Modal yang tidak akan surut pada saat tekanan-tekanan serta penderitaan, kegagalan dan kejatuhan silih berganti?

Mencari modal fisik, atau jelasnya modal keuangan, bukan merupakan langkah pertama yang harus dijalankan. Ini adalah langkah yang kesekian, karena masih ada beberapa hal yang lebih krusial perlu diyakini kemantapannya lebih dulu. Seperti diketahui, pertama sekali kebutuhan modal non-fisik harus dipenuhi. Setelah itu, baru melangkah ke arah penemuan gagasan yang paling tepat untuk berusaha. Berikutnya, berturut-turut kita melakukan pemeriksaan kelayakan dari bidang usaha yang telah ditentukan. Bila salah satu di antara faktor-faktor tersebut ternyata tidak ada, maka perlu dicari solusi agar tingkat kelayakan dari semua faktor terpenuhi.

Kebutuhan modal uang merupakan petunjuk bahwa salah satu faktor dalam uji kelayakan usaha, tidak memenuhi syarat. Untuk itu, sebelum melanjutkan pelaksanaan usaha, faktor modal tersebut harus dibenahi dulu. Dalam hal ini perlu upaya untuk melakukan pendekatan pada sumber-sumber permodalan. Ada 3 macam pendekatan yang umum dilakukan untuk mendapatkan modal usaha, yaitu :

Modal Dana Milik Sendiri

Menggunakan dana milik sendiri sebenarnya merupakan salah satu pilihan yang baik, karena pengusaha terbebas dari beban-beban yang muncul dari pihak lain. Bentuk kepemilikan dana sendiri itu bisa bermacam-macam. Bisa melalui tabungan, warisan, atau pemberian orang lain.

Kemungkinan lain adalah seperti yang terjadi di lingkungan BUMN yang melakukan rasionalisasi (pengurangan pegawai) secara besar-besaran. Banyak pegawai ditawarkan mengundurkan diri, atau pensiun dini. Sebagai imbalannya, mereka diberi pesangon uang dalam jumlah besar. Dengan demikian, pesangon merupakan salah satu sumber permodalan juga.

Dalam beberapa dasawarsa terakhir ini, kasus-kasus penggusuran sering kali terjadi. Ternyata, penggusuran tidak selalu membawa penderitaan bagi yang digusur. Pada beberapa kejadian, kompensasi yang diberikan pihak penggusur ternyata cukup besar. Sehingga, uang ganti rugi tersebut bisa dijadikan modal untuk menjalankan usaha dengan baik.

Di lain pihak, ada orang-orang yang memiliki semangat berusaha begitu tingginya. Walaupun tidak punya uang, tetap berupaya untuk bisa berwiraswasta. Karena keyakinan akan kesuksesan di masa depan, orang-orang ini tidak segan menjual harta atau menggadaikan benda miliknya guna dijadikan modal. Maka, yang termasuk modal uang dari milik sendiri bisa bersumber dari macam-macam kemungkinan. Bisa tabungan, warisan, pesangon, uang gusuran atau hasil penjualan dan penggadaian barang. Semuanya mungkin saja dilakukan, asal hati-hati dan dengan perhitungan yang masak.

Modal Dana Pinjaman

Dengan dana pinjaman, sebuah perusahaan dapat lebih leluasa memainkan peranannya di dunia bisnis. Produksi bisa jauh lebih ditingkatkan dan perusahaan akan menjadi lebih mudah berkembang.

Namun demikian, perlu disimak apa yang dinasihatkan oleh David Packard dan Bill Hewlett, dua orang pendiri perusahaan komputer terbesar nomor 2 didunia, Hewlett Packard (HP). Mereka mencontohkan, HP sedapat mungkin menjauhi pinjaman-pinjaman jangka panjang, karena ini akan berisiko sebagai beban berat di masa mendatang. Bila terpaksa, mereka mengambil pinjaman jangka pendek, untuk mendanai proyek-proyek. Cara-cara ini termasuk dalam strategi bisnis mereka yang terkenal sebagai “The HP Way” (“Cara HP”).

Termasuk dalam modal dana pinjaman adalah melalui rentenir, perbankan, leasing, dan koperasi simpan pinjam.

Modal Dana Kerjasama

Mencari modal dengan jalan meminjam, sebenarnya lebih sesuai bagi usaha-usaha yang sudah berjalan, dan mempunyai prospek baik. Karena pinjaman, apa pun bentuknya selalu mengandung risiko yang tidak kecil. Ia bagaikan pisau bermata dua, kalau digunakan dengan cara yang benar, mata pisau akan membantu kita memotong segala sesuatu yang merintangi jalan, tetapi tidak jika sebaliknya.

Untuk usahawan yang mengutamakan kehati-hatian serta tidak terlalu mementingkan ambisi perorangan, tersedia beberapa pilihan lain yang lebih aman dan lebih efektif. Antara lain adalah : mencari peluang untuk menjadi “Perusahaan Pasangan Usaha” dari sebuah perusahaan modal ventura, atau mencari mitra usaha, patungan atau kongsi.(Rusman Hakim)


0 komentar:

Recent Post



Recent Comment

  © Blogger template The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP