Prospek Usaha Jelang Lebaran
Tanya :
Menjelang Lebaran ini sepertinya bisa dijadikan peluang usaha yang cukup menjanjikan. Berkaitan dengan hal tersebut, berikut beberapa pertanyaan yang saya ajukan.
1. Kira-kira usaha jenis apa saja yang sangat berpeluang ketika menjelang Lebaran?
2. Kira-kira tingkat resikonya berapa besar? Jika tidak laku, sebaiknya diarahkan kemana? Misalnya, usaha parsel, kalo tidak laku bagaimana? Padahal sudah dibungkusin?
3. Kiat-kiatnya agar bisa mendapat banyak pembeli mengingat banyaknya pesaing?
4. Dalam hal fee untuk pekerja, sebaiknya dibayar dengan sistim apa? Apakah mingguan, harian, atau per produk dengan presentase tertentu?
Demikian pertanyaan dari saya, ditunggu jawabannya. Terima kasih.
Jawab :
Ibu Tia yang baik, perkenankan saya menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda seperti berikut:
1. Jenis-jenis usaha yang berpeluang bagus saat menjelang lebaran sangat banyak. Beberapa di antaranya adalah: usaha dalam bidang makanan seperti memproduksi kue kering, snack (makanan kecil), kue basah, makanan khas bulan puasa atau lebaran (seperti kurma, ketupat dan lain-lain), makanan tradisional serta bermacam-macam jenis makanan lainnya. Atau jenis pakaian dan aksesorisnya seperti baju, celana, sepatu, pakaian muslim, peci, sarung, sajadah dan lain-lain.
Yang paling populer barangkali adalah bisnis bingkisan atau parsel. Anda perlu jeli serta kreatif jika ingin menggeluti salah satu di antara bidang-bidang usaha di atas, terkait dengan seberapa cocok bidang tersebut dengan kebutuhan masyarakat di sekitar Anda.
2. Untuk memulai usaha, seyogyanya Anda melakukan persiapan-persiapan terlebih dahulu. Salah satunya adalah survai bisnis itu sendiri. Untuk bisnis parsel, kalau Anda merupakan pendatang baru,saya anjurkan melakukan persiapan paling tidak 6 bulan sebelum hari Lebaran tiba.
Yang perlu disurvai dan dipersiapkan adalah calon pelanggan (prospek) yang sekiranya akan membeli produk Anda nantinya. Buatlah pendekatan-pendekatan pada orang-orang atau perusahaan-perusahaan yang berminat membeli parsel Hari Raya. Maka, dari situ Anda akan mendapatkan data berapa banyak kira-kira jumlah pembeli dan berapa pula nilai rupiahnya.
Dengan cara ini, Anda akan bisa menyesuaikan jumlah produk yang harus dibuat, sehingga risiko tersisanya barang dagangan yang tidak laku, bisa diminimalkan.
Andaikan masih ada juga barang yang tak terjual, parsel dapat Anda bongkar lalu isinya dijual kembali sebagai komoditas biasa yang tidak terkait dengan hari raya tertentu. Ingat bahwa biaya kemasan parsel yang dibongkar, sudah harus Anda perhitungkan pada saat Anda membuat “business plan” dalam periode persiapan usaha.
Sisi baiknya adalah, hampir semua produk dalam parsel merupakan barang yang tahan lama, tidak cepat rusak. Bahkan termasuk produk makanan mau pun minumannya.
3. Seperti yang sudah sering saya bahas, hal penting yang perlu diperhatikan untuk dapat memenangkan persaingan dalam satu bidang usaha adalah bagaimana memberi nilai tambah pada produk atau layanan kita.
Coba perhatikan kelebihan apa yang bisa Anda berikan dibanding apa yang diberikan oleh para pesaing? Kalau tidak ada kelebihan apa-apa, maka bersiaplah untuk “berperang berdarah-darah” dengan risiko besar untuk kalah dan menderita rugi.
Oleh sebab itu, kreativitas Anda dalam membuat produk yang “tampil beda”dari produk pesaing merupakan faktor kunci dalam menjaring pembeli.
4. Tidak ada masalah apakah Anda membayar pekerja dengan sistem harian, mingguan atau pun sistem presentase. Yang penting, biaya gaji/honor pekerja jangan sampai menyebabkan biaya produksi membengkak sehingga berpotensi merugi.
Namun di sisi lain, perlu juga diperhatikan bahwa besarnya kompensasi itu cukup baik, sehingga pekerja Anda mau bekerja maksimal menciptakan produk-produk berkualitas tinggi.
Demikian Ibu Tia, semoga dapat menjawab pertanyaan Anda, selamat berusaha dan sukses selalu!!!




0 komentar:
Posting Komentar