Bila Karyawan Dibayar Tinggi atau Rendah?
Tanya:
Saya tertarik dengan rubrik Wirausaha di Majalah AdInfo dan ingin menanyakan masalah saya tentang sebesar apa saya harus membayar karyawan. Saat ini saya memiliki usaha yang mengandalkan skill seseorang. Dengan kata lain, tidak semua orang bisa langsung bekerja di tempat saya kalau tidak memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang pekerjaannya.
Sudah beberapa karyawan saya yang keluar masuk. Setiap kali karyawan saya keluar, saya selalu bingung mencari penggantinya. Bingung mencari karyawan yang skill-nya sama dengan karyawan yang keluar, bingung bernegosiasi gaji dengan karyawan baru, dan bingung kalau harus mengajarkan kembali.
Kalau saya menerima calon karyawan yang skill-nya baik, rata-rata mereka meminta gaji yang tinggi atau di atas rata-rata. Dan kalau saya menerima yang mau dibayar sesuai keinginan saya, konsekuensinya saya harus lebih jauh mengajarkan kembali apa yang harus dikerjakan di perusahaan saya.
Pertanyaan saya, apa yang harus didahulukan, masalah gaji atau skill? Selain itu, pertimbangan apa saja yang harus saya pikirkan dalam merekrut karyawan baru? Bagaimana caranya agar karyawan betah bekerja?
Jawab:
Saya rasa kita harus menggaris bawahi kata-kata Anda yang mengatakan bahwa “tidak semua orang bisa langsung bekerja di tempat saya kalau tidak memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang pekerjaannya”. Secara gamblang ini menunjukkan bahwa standar kompetensi yang dibutuhkan di perusahaan Anda, lebih tinggi dari standar umum seorang karyawan biasa di perusahaan lain.
Oleh sebab itu, kenyataan pertama yang harus kita terima adalah bahwa karyawan yang dapat diterima bekerja di perusahaan ini haruslah seseorang yang memiliki nilai tambah berupa keahlian khusus. Itu artinya, karyawan tersebut tidak bisa dibayar dengan jumlah yang sama dengan karyawan biasa.
Otomatis Anda sebagai majikan memang akan menghadapi 2 dilema. Yang pertama, Anda mau membayar tinggi tenaga ahli dan yang bersangkutan betah tapi kas perusahaan terkuras, atau membayar rendah tapi dalam waktu tidak lama dia akan berhenti dan harus dicarikan penggantinya.
Dilema kedua, Anda bisa merekrut karyawan biasa untuk dilatih dan kemudian dipekerjakan dengan bayaran rendah, tapi dengan risiko setelah beberapa lama dia juga akan keluar karena merasa “bargaining position”nya sudah meningkat.
Menurut saya, hal terpenting yang harus disadari adalah, Anda harus siap untuk memberikan kompensasi lebih besar bagi setiap karyawan yang memiliki nilai tambah (apakah itu keahlian, kepemimpinan, pengaruh dan lain sebagainya) yang jelas-jelas berpengaruh besar atas kesinambungan bisnis Anda. Itu memang sudah hak mereka, karena untuk apa mereka punya kelebihan, kalau tidak ada orang yang mau membayarnya?
Lantas, bagaimana kalau perusahaan kesulitan dalam soal sumber daya finansial?
Untuk dapat membuat seseorang mau bekerja dengan baik sekaligus betah, biasanya ada 2 alternatif kemungkinan yang mendukung. Pertama, bila karyawan diberi gaji yang cukup, meski ia tidak tahu bagaimana situasinya di masa depan. Kedua, bila ia diberi harapan masa depan yang menarik, meski gajinya saat ini kurang mencukupi.
Nah, Anda jelas tidak bisa menghindar dari kenyataan bahwa Anda harus memberikan kompensasi lebih besar kepada mereka yang memiliki kelebihan tertentu. Di sisi lain, jika Anda juga menghadapi kenyataan bahwa perusahaan belum mampu membayar tinggi, satu-satunya jalan adalah dengan menarik yang bersangkutan untuk ikut merasa memiliki perusahaan.
Caranya, bisa dengan jalan memberikan bonus atau insentif setiap kali sebuah proyek berhasil diselesaikan tuntas dan sukses, atau memberikan kesempatan mereka memiliki sebagian saham perusahaan.
Dengan demikian, dalam satu gebrakan, Anda sudah mengatasi beberapa persoalan sekaligus. Karyawan Anda akan merasa puas dan betah, karena di samping kedudukannya meningkat (dia ikut merasa memiliki perusahaan), dia juga akan mempunyai harapan bahwa di masa depan perusahaan itu akan berkembang besar, sehingga dengan sendirinya dia akan bekerja keras tanpa perlu disuruh lagi. Meski misalnya, gaji yang diterima sekarang masih kurang mencukupi.
Di pihak Anda sendiri, persoalan sudah teratasi, karena memiliki karyawan yang dibayar tidak dalam jumlah yang tinggi, tapi mau bekerja keras dan setia. Semoga, kiat ini dapat mengatasi problema Anda. Sukses selalu. (Rusman Hakim)




0 komentar:
Posting Komentar