Bisnis Perlengkapan & Mainan Anak

Tanya :
Saya ingin memiliki usaha yang tetap, selama ini masih coba-coba. Tahun lalu saya membuka usaha konveksi, tapi akhirnya tutup karena kekurangan modal. Saat ini saya sedang menjalankan bisnis di bidang perlengkapan & mainan anak. Meskipun baru sebatas delivery dan dari mulut ke mulut.

Tapi, ke depannya, saya ingin mendapatkan keuntungan lebih besar dan tidak lagi berpindah-pindah bisnis.

Untuk itu, saya mengajukan masalah: Bagaimana bisnis kebutuhan anak seperti perlengkapan dan mainan. Apakah dapat berkembang dan maju serta mendapat profit besar bila dikembangkan di wilayah perumahan/komunitas?


Jawab:

Kalau Anda bertanya soal bagaimana untuk tidak lagi berpindah-pindah bisnis, sekaligus membuat usaha yang Anda geluti sekarang bisa berkembang dan maju, maka pertama-tama yang ingin saya sampaikan adalah bahwa Anda harus memiliki keyakinan penuh, bahwa bidang yang saat ini dijalankan memang benar-benar Anda sukai.

Artinya, Anda bisa menjiwai serta menguasai segala seluk beluknya dan Anda mampu berkreasi secara maksimal. Sebab, bisnis awal Anda adalah tiang utama karir Anda sebagai pengusaha yang akan menentukan keberhasilan selanjutnya di kemudian hari.

Kalau Anda sendiri tidak menyukai bidang tersebut secara penuh, ditambah lagi tidak menguasai seluk beluknya, maka jangan harap usaha itu dapat berkembang dengan baik.

Yang kedua adalah, Anda harus pastikan bahwa daerah pemasaran Anda memang berpotensi untuk menyerap produk-produk yang Anda jual. Kalau Anda berbisnis perlengkapan serta mainan anak-anak di daerah komunitas perumahan baru, kemungkinan besar bidang itu cocok karena biasanya para penghuni kompleks-kompleks perumahan baru sebagian besar terdiri dari keluarga-keluarga muda, yang masih produktif berprokreasi (melahirkan anak dan berkembang biak).

Namun demikian, sebaiknya Anda jalankan dulu survai pasar secara lebih cermat untuk memastikan hal ini, karena masih ada beberapa faktor lainnya yang juga berpengaruh seperti faktor persaingan (sudah adakah perusahaan lain yang menancapkan kaki di sana, seberapa besar, branded atau lokal, dan lain sebagainya), atau faktor perilaku konsumen (bagaimana selera mereka tentang merek, kemampuan finansial dan sebagainya).

Jika berbicara mengenai profit, maka hal ini sepenuhnya tergantung dari kreativitas Anda sebagai pengusaha dan seberapa keras Anda mampu berusaha. Sering saya katakan bahwa bila produk yang kita jual sifatnya “biasa-biasa” saja, dalam arti produk sejenis dengan kualitas yang sama juga dijual oleh pihak lain, maka kemungkinan Anda hanya bisa mengambil profit dengan tingkat “biasa-biasa” juga, sekitar 10 – 15 persenan lebih kurang.

Nah, kalau Anda ingin profit yang lebih besar, apalagi yang “spektakuler”, Anda harus bisa memberi nilai tambah yang juga lebih besar dan bahkan spektakuler. Anda harus bisa menjual sesuatu yang tidak dapat ditemui di penjual mana pun, tapi dengan kualitas, tampilan (estetika), manfaat serta kepraktisan yang benar-benar sulit ditandingi produk lain. Dalan kondisi seperti itulah nanti Anda dapat “menyetel” seberapa besar profit yang dapat di ambil.

Masih dalam kaitannya dengan hal tersebut, maka saya juga ingin sarankan agar dalam berbisnis perlengkapan bayi atau mainan anak nanti, sebaiknya Anda dapat memproduksi sendiri produk-produk yang dijual, dengan pertimbangan atas 2 hal penting. Yaitu yang pertama adalah soal penekanan biaya produksi (sehingga Anda dapat menjual dengan harga yang lebih kompetitif sekaligus profit lebih besar), dan yang kedua adaah soal kreativitas, di mana Anda dapat menciptakan produk-produk yang khas dan eksklusif, yang tidak dapat ditemui di tempat-tempat penjualan pesaing Anda.

Atau Anda bisa juga menjual produk sendiri sebagai primadona usaha Anda, di samping menjual produk dari produsen lain (baik lokal mau pun impor) sebagai pelengkap barang dagangan. Dalam hal ini Anda telah menjalankan sekaligus 2 jenis strategi bisnis baik sebagai produsen, mau pun sebagai trader (trading business).

Cobalah Anda pertimbangkan lagi semua kemungkinan yang bisa Anda lakukan, sesuaikan dengan segala sumber daya yang Anda miliki. Salam sukses!! (Rusman Hakim)


0 komentar:

Recent Post



Recent Comment

  © Blogger template The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP